Updates from Subur Anugerah Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Subur Anugerah 23:58 on 27 January 2013 Permalink | Reply  

    Kisah Pelajaran Tingkat Sekolah Dasar 

    Si sulung beberapa kali bertanya pada saya mengenai PR-nya di buku LKS pelajaran penjaskes kelas 4 yang tidak bisa dijawabnya. Untuk menemukan jawaban, biasanya saya arahkan kembali ke teori pengantarnya lebih dulu agar dibaca ulang hingga tuntas. Selain teori, biasanya juga disertai contoh soal, sehingga soal latihan bisa dikerjakan berdasarkan teori dan contoh yang sudah dibahas tersebut. Jika masih kesulitan memahami teori dan contoh, baru boleh bertanya.

    Kali ini berbeda. Tak ada teori dalam pengantar yang dirujuk soal. Tak ada penjelasan bagaimana mencari jawaban. Jika semasa sekolah SD dulu, saya akan mencarinya ke perpustakaan, media massa, atau bertanya ke orang yang lebih mengerti, biasanya pada orang tua. Sekarang, bagi yang sudah terbiasa bermain Internet, mungkin langsung akan menjawab “Kan ada Google” atau “Tanya Facebook, Twitter atau Whatsapp”. Kini, jaman sudah berubah.

    Masalah 

    Untuk mencari jawaban soal tersebut ada effort yang harus dilakukan siswa, tidak ada jawaban datang seketika bak bermain sulap. Bahkan untuk menjadi ahli sulap pun harus ada effort lebih dulu yang tidak mudah. Secara positif, saya berpendapat effort inilah proses yang menjadi inti belajar, bahwa untuk mendapatkan jawaban yang benar tidaklah diperoleh dengan mudah. Mungkin guru sudah mengajarkan di kelas, agar siswa terlebih dulu harus berupaya kerja keras dan melakukan usaha kreatif lainnya hinggga menemukan jawaban yang benar. Jika masih kesulitan, maka siswa hendaknya melakukan usaha lainnya, entah dengan bertanya ke orang tua, saudara, diskusi dengan teman, mencari rujukan di Internet atau literatur perpustakaan.

    Masalahnya, banyak anak-anak usia sekolah dasar belum cukup mengerti untuk memahami sendiri apa yang disampaikan guru tersebut, kadang malahan guru tidak mengajarkan sebelumnya dan tidak ada petunjuk bagaimana mencari jawaban selain di buku LKS tersebut. Sering, guru mengatakan “Kerjakan PR halaman sekian sampai sekian, besok dikumpul!” itu saja, tanpa keterangan sama sekali. Jika demikian yang terjadi, hampir tak ada bedanya cara guru mengajar anak-anak sekolah dasar (pedagogi) dengan cara dosen mengajar mahasiswa (andragogi).

    Solusi 

    Mungkin banyak cara untuk mengatasi hal itu, dan salah satu solusi menurut saya adalah guru agar tidak bosan mengingatkan siswanya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, sekaligus memberi “clue” atau petunjuk untuk mengerjakannya. Jika melibatkan penggunaan Internet, hendaknya hal itu disampaikan kepada siswa dengan mempertimbangkan siswa sudah mampu menggunakan Internet sesuai tingkatnya. Tentu, kondisi ini mengharuskan sekolah sudah mengajarkan pada siswa tentang penggunaan Internet untuk kegiatan belajar mengajar. Jika belum pernah diajarkan, penggunaan Internet setidaknya perlu pendampingan.

    Bagaimana pendapat Anda?
     
  • Subur Anugerah 07:49 on 3 January 2013 Permalink | Reply  

    Pilih Mana: Sublime Text atau Netbeans? 

    Saat menulis kode program dalam jumlah banyak, tentu butuh waktu yang tidak sedikit. Lima jam duduk menulis di depan layar monitor serasa hanya 1 jam saja. Tak terasa badan jadi pegel, mata lelah, dan kepala jadi panas. :-D

    Untuk menyiasati itu, beberapa programmer punya tipikal sendiri-sendiri. Agar tubuh, mata, dan kepala tetap fresh dalam waktu lama, tools untuk menulis harus dibuat senyaman mungkin. Salah satu tools penting itu adalah alat tulisnya, atau biasa disebut Editor.

    Nah, soal kenyamanan ini, gak salah kalau Sublime Text 2 ini merupakan alat tulis yang banyak dipilih programmer. Informasi di Internet pun menyebutkan ada beberapa alasan agar orang berpindah dari Netbeans ke Sublime Text. Sayang, versi UNREGISTERED Sublime Text ini fungsinya sangat terbatas, so, untuk mendapatkan versi penuh harus beli. :-D

    Meski begitu, bagi penggemar Netbeans tak perlu kecewa. Demi kenyamanan, profil Netbeans bisa diubah semirip mungkin dengan Sublime Text. Setelah otak-atik, hasilnya seperti ini. Lumayan... :-D

    Sublime Text 2 ( versi Windows)
    Netbeans 7.2 (versi Windows)
    Bagaimana dengan Editor pilihan Anda?
     
  • Subur Anugerah 12:56 on 2 January 2013 Permalink | Reply  

    Fix resolvconf di Ubuntu 12.04 

    Saya baru tahu kalau saja Ubuntu 12.04 mengalami perubahan cukup signifikan saat melakukan DNS resolving, yaitu menggunakan DNS lokal 127.0.0.1.
    Hal ini saya ketahui ketika mengkonfigurasi server pada jaringan lokal kampus dengan IP static, begitu usai memasukkan DNS jaringan lokal, misal nameserver 192.168.0.1, dan disimpan di resolv.conf, maka DNS akan hilang saat server dinyalakan kembali.

    Saya lalu seriusi peringatan yang ada di berkas resolv.conf ini:
    # Dynamic resolv.conf(5) file for glibc resolver(3) generated by resolvconf(8)
    # DO NOT EDIT THIS FILE BY HAND -- YOUR CHANGES WILL BE OVERWRITTEN
    Memang biasanya ini terkait DHCP, tetapi ternyata juga sama meski menggunakan IP static, yaitu nameserver 127.0.0.1

    Usut punya usut, ternyata solusinya cukup mudah, jangan otak-atik lagi resolv.conf seperti peringatan yang ada. Cukup ubah nilai managed=false menjadi true pada konfigurasi NetworkManager disini: /etc/NetworkManager/NetworkManager.conf lalu reboot.

    Semoga bermanfaat.

    Reference:
    - Berbagai sumber dan trial & error.
     
  • Subur Anugerah 23:07 on 8 December 2012 Permalink | Reply  

    Menilai, Pekerjaan Sulit Dosen selain Mengajar 

    PERNYATAAN ini setidaknya saya baca dari status jejaring sosial dosen-dosen teknik ITB, UGM dan ITS, selang beberapa bulan lalu. Meski dosen tersebut dari latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, tapi konteks pernyataannya sama, sama-sama sulit menilai hasil belajar mahasiswanya selama satu semester. Mahasiswa tsb sebenarnya pandai, tapi kenyataannya mendapatkan nilai kurang.

    Saya sendiri sudah membuktikan pernyataan itu ada benarnya, saat mengetahui bahwa mahasiswa ybs sebenarnya pandai dan hasil belajarnya sangat baik, akan tetapi kenyataannya ybs abai terhadap kelengkapan nilai yang lain. Abai? Ya, sepertinya ia tidak peduli jika salah satu nilainya tidak lengkap. Akibatnya, perhitungan nilai akhir secara obyektif keluar dengan hasil kurang memuaskan.

    Nah, soal penilaian obyektif inilah yang kadang jadi masalah. Memang, paling mudah adalah penilaian obyektif ini, cukup melihat dari aktivitas dan hasil evaluasi belajarnya, kemudian dibobot dan dijumlahkan, lalu keluarlah nilai akhir, selesai. Namun, penilaian obyektif kadang mengabaikan unsur subyektif, yaitu perilaku (attitude).

    Contohnya begini, kemarin saat mengajar pemrograman web, ada mahasiswa yang bisa mengikuti materi dengan cepat. Suatu ketika ia kesulitan dan bertanya mengapa programnya tak berjalan. Saya datang dan melihat apa kesalahan kodenya. Ternyata dalam entri database ia sisipkan beberapa entri dengan kata-kata, maaf, kurang ajar dan sangat tidak sopan. Meski mungkin tidak ditujukan pada saya, namun saya tidak nyaman dan segera tinggalkan ybs tanpa solusi.

    Penilaian obyektif itu bukan berarti melepas tanggung jawab moral dan etika. Meski pandai dan hasil evaluasi sangat baik, namun apabila itu semua diperoleh dengan cara curang misalnya, apalagi kurang ajar, maka hal subyektif seperti ini perlu menjadi pertimbangan. Inilah sulitnya menilai itu.

    Bagaimana menurut Anda?

     
  • Subur Anugerah 22:50 on 5 December 2012 Permalink | Reply  

    Blogging, Bukan sekedar Tulisan 

    Beberapa hari lalu saya mendapat kabar baik, menggembirakan gitu deh. Kabar itu bercerita bahwa apa yang telah saya kerjakan selama belasan tahun ini, mulai mendapat perhatian. Mudah-mudahan perhatian itu terus berkesinambungan, lancar, dan berkah, aamiin.

    Hah! Belasan tahun baru sekarang dapat perhatian, emang perhatian apaan? Siapa yang kasih perhatian kok sampe gembira gitu?

    Ah, mau tau aja, entar kepo loh... :-D

    Jadi, apa yang sudah dilakukan belasan tahun itu?

    Salah duanya adalah menulis dan blogging. Menulis itu hal yang biasa, blogging juga hal yang biasa yang kulakukan sejak lebih dari 7 tahun lalu. Nah, selama dalam kurun waktu itu saya sudah merasakan manfaat positifnya, seperti kepuasan hingga finansial, gak seberapa sih, paling bisa buat bayar hosting dan beli pulsa saja. Tujuan awal blogging sih bisa ditelusuri disini, jadi kepuasan hingga finansial itu hanya efek samping. Meski menulis dan blogging itu berbeda, tapi ya gitu deh... sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. :-D

    Ah, lebay... Biasa aja kali... :P

    Jadi begini, emm... mulai dari mana ya... emm... yang jelas begini, saya mendapat manfaat lebih dari biasanya dari kebiasaan saya menulis dan blogging ini. Itu saja sih.

    Iyaa... Tau... Menulis dan blogging gitu loh... Tapiii... Manfaatnya apa... Coba sebutin satuuu... saja!

    Lha itu sudah dibahas di paragraf pertama, baca ga sih lo?

    Bentar... Dibaca ulang dolo... yang mana coba?! Gak ada kan? Lha wong cuman nulis gini aja kok gembira luar biasa, gimana sih lo... gak jelas... *sambil telunjuk ditempelin ke pelipis lalu bilang 'pake otak!' dan bibir nyengir

    Iya ya... Nulis kek gini aja... Lo juga bisa ya kan? Nah, kalau sudah bisa menulis itu patut disyukuri, bahwa menulis itu juga salah satu nikmat yang dianugerahkan Yang Maha Kuasa. Cara mensyukurinya, salah satunya adalah dengan menulis yang baik. Menurut saya sih tulisan baik itu secara tekstual memenuhi kaidah bahasa yang benar dan secara kontekstual bisa memberikan pengaruh positif bagi pembacanya, begitu lah. :-D

    #monolog #iseng #blogging #menulis #bukancopypaste #asli

     
  • Subur Anugerah 11:35 on 24 June 2012 Permalink | Reply  

    Gowes dan Baut Kendaraan 

    Menyelam sambil minum air. Pepatah ini mungkin cocok digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang salah satunya baru saja pagi ini saya lakukan.

    Apaan itu?

    Gowes sambil "minum" baut, eh, maksudnya sambil memulung baut dan mur motor yang tergeletak di pinggir jalan, sepanjang jalan yang saya lalui saat gowes. Eh, jadi pemulung baut. Lumayan bisa dijual lagi kiloan. :-)

    Kebanyakan baut-baut itu berukuran sedang, seperti baut plat nomor, baut penguat knalpot, baut sayap motor, dan sebagian kecil seukuran jempol kaki pria dewasa, mungkin bautnya truk. Untuk yang gede ini saya tak memungutnya, gak tahu kenapa hehehe...

    Paling banyak baut-baut itu saya temukan di sepanjang jalan Minyak. Kondisi jalan yang mulus, sedikit lenggang, dan lebar ini mungkin menyebabkan kendaraan yang lewat di jalan itu memacu laju cukup kencang. Bagi kendaraan yang bautnya kendur dan tidak kuat, tentu baut dan murnya mudah lepas. Ini berbahaya.

    Beberapa baut itu masih kelihatan baru, meski ada juga baut yang sudah berkarat. Saya hanya memilih yang masih bagus saja, yang masih layak untuk digunakan kembali. Maklum, harga sebiji baut dan mur bagus saat ini cukup mahal, di atas Rp 2 ribuan.

    Pelajaran :
    - periksa kembali kekuatan baut dan mur kendaraan sebelum digunakan berpergian.
    - jangan ngebut meski jalanan lenggang, apalagi ramai kendaraan.


     
  • Subur Anugerah 09:26 on 15 June 2012 Permalink | Reply  

    Unik: Bukan Sekadar Hiasan Dinding 

    BEBERAPA waktu yang lalu saya bersama seorang rekan berkesempatan mengikuti acara diskusi selama 2 hari di gedung Bank Indonesia Balikpapan, soal UKM. Diskusi berlangsung dari pagi hingga sore, sehingga ada waktu jeda untuk ishoma dan sempat melihat-lihat suasana gedung yang belum pernah saya lihat sebelumnya.

    Salah satunya adalah hiasan dinding ini, sebuah komitmen pegawai yang cukup bagus untuk mengingatkan para pegawai dan siapa saja yang lewat disana. Saat diamati beberapa tanda tangan yang tertera tampak mulai dari pimpinan BI sampai pegawai turut membubuhkan tanda tangan. Seolah-olah menunjukkan bahwa seluruh pegawai BI bertekad maju dan berkembang bersama jajaran pimpinan.

    Komitmen Bersama Pegawai BI Balikpapan
    Hiasan dinding ini terletak di lantai dasar tepat lalu lalang pintu masuk sebelah kanan gedung, dan itu tampaknya sengaja dipasang disana, mungkin sebagai pengingat pegawai setiap kali masuk kerja dan melalui jalan tersebut.

    Jadi ingat di pintu pagar gedung sekolah, biasanya ada papan pengumuman dengan tulisan besar: “Anda Terlambat Datang!” hihihi...

    Sementara itu ada yang unik di Perpustakaan Kota Balikpapan, hiasan dinding ini tampaknya ditujukan untuk pengunjung. Berada persis di ujung tangga naik lantai 3. Berisi prosedur atau Flow Chart peminjaman dan pengembalian buku. Cukup simple sih, meski saya sendiri bingung membacanya.

    Prosedur Peminjaman dan Pengembalian Buku
    Perpustakaan Kota Balikpapan



    Awalnya saya tidak tertarik saat melewatinya, tetapi sepulangnya hendak turun tangga saya jadi penasaran saat melihatnya kembali, ada yang aneh dengan simbol yang digunakan, bandingkan dengan dari Wikipedia ini.

    Meski begitu, saya yakin ini memang bukan sekadar hiasan dinding, tapi memang ada pesan yang ingin disampaikan. Kalaupun Flow Chart itu standar-standar saja, mungkin saya tidak tertarik melihatnya.

    Memang bukan sekadar hiasan dinding. :-)
     
  • Subur Anugerah 10:28 on 14 June 2012 Permalink | Reply  

    Ada Apa dengan Statistik Blogger? 

    HARI ini saya buka blog ini dan memeriksa Statistik, tapi tampaknya sistem counter tidak mencatat ringkasan kunjungan sama sekali alias 0 kunjungan. Cukup aneh. Loh kok? Ya... setidaknya ada robot atau apalah namanya, meski bukan orang tetapi ada sejumlah kecil kunjungan.

    Penasaran, beberapa kali di-refresh counter tetap 0. Pada ikhtisar perbulan ternyata tercatat selama 7 hari loss, mulai tanggal 7/6/2012 - 14/6/2012, dan Google pagerank turun menjadi 2 dari 3. Hiks...

    Ada apa gerangan? #halah #pentinggaksih

     

    Update:
    Ternyata selama itu saya gak nge-check kalau saja CNAME pada DNS terhapus tanpa sengaja, eh, sengaja sih... salah hapus, hiks... :-)
     
  • Subur Anugerah 14:41 on 29 May 2012 Permalink | Reply
    Tags: OpenSource   

    Tips Cara Cepat Membangun Aplikasi Web dengan Scaffolding 

    JAMAN sekarang ada Open Source itu enak, saking enaknya, saat ini kalau membuat aplikasi cukup main generate sana generate sini, jadi hemat waktu. Syaratnya lakukan analisis dan perancangan yang benar, implementasi ke program tak sampai 5 menit! :-)

    Percaya gak?

    Ok, langsung saja. Kita coba membuat aplikasi CRUD peminjaman buku perpustakaan dengan menggunakan teknik Scaffolding. Scaffolding ini dulu digunakan Framework CodeIgniter versi 1.7.2, tapi versi 2.1 ini tidak lagi karena "konon" ada kelemahan. CMIIW. :-)

    Nah, database perpustakaan ini setidaknya terdiri atas 2 buah entitas, yaitu 'anggota' dan 'buku', dan satu buah relasi 'miminjam'. Diagram ERD-nya sebagai berikut:

    ERD Perpustakaan

    Setelah itu, generate ERD tersebut dan import ke MySQL.

    Jika berhasil, langkah berikut membuat aplikasi web CRUD dengan PHP. Anda tak perlu memprogram, cukup bermodal ERD yang benar tersebut. Unduh Scaffoldr versi terbaru, dan ikuti petunjuknya.

    Voila! Tak sampai 5 menit program sudah jadi.

    Form Edit Anggota Perpustakaan

    Form Edit Buku

    Form List Buku

    Form Peminjaman

    Betul enakan? :-D
     
  • Subur Anugerah 07:36 on 28 May 2012 Permalink | Reply  

    Tarik ATM di BNI46 Hanya 50 Ribu, Biayanya 25 Ribu? 

    HARI Minggu sore kemarin, 27/5/2012, saya bersama anak-anak jalan-jalan ke Toko Buku Gramedia di Balikpapan Center untuk sekadar refreshing sambil melihat kalau saja ada informasi buku baru. Mengingat sekadar jalan-jalan, kami membatasi uang jajan harus tak lebih dari anggaran.

    Dalam perjalanan menuju tempat tujuan, kami sempatkan mampir di anjungan tunai SPBU Pertamina Kalianyar Balikpapan untuk mengambil sejumlah kecil dana. Awalnya, saya masuk ke mesin ATM BCA karena memang saya miliki kartu ATM BCA. Di mesin ATM tersebut ternyata hanya menyediakan nominal 100 ribuan saja, padahal saya butuh 150 ribu. Setelah berhasil menarik 100 ribu, saya menuju ATM Mandiri, tetapi batal karena tidak menyediakan 50 ribuan.

    Pilihan berikutnya saya beralih ke deretan mesin ATM BNI, dan berhasil menarik 50 ribuan dengan kartu ATM BCA saya. Tetapi saya tersentak, jumlah saldo saya berkurang cukup drastis! Sekitar 25 ribuan!

    Bukti transaksi dilihat melalui Internet Banking BCA, Senin, 28/5/2012. Dok. pribadi.


    Senin pagi ini, 28/5/2012, saya sempatkan cek di Internet Banking BCA dan memang benar, saldo Interchange berkurang 25 ribu. Saya tidak tahu apakah biaya sebesar 25 ribu tersebut adalah biaya untuk BCA atau BNI, atau untuk keduanya?

    Alangkah baiknya jika di mesin ATM (semua Bank) tersebut ditempel pemberitahuan mengenai rincian biaya tarik antar bank (Interchange) dalam jaringannya. Agar masyarakat yang tidak menjadi nasabahnya tidak menjadi korban biaya yang tidak diketahui seperti ini. Bukankah saat ini kita masuk dalam era keterbukaan informasi?

    Sungguh ini pengalaman berharga, barangkali ini bermanfaat untuk pembaca yang lain.

    Update:
    Informasi lengkap disini!
     
  • Subur Anugerah 13:05 on 26 May 2012 Permalink | Reply
    Tags: Tips   

    Tutorial PHP dan MySQL: Form Update Banyak Data Record 

    DALAM membuat aplikasi web, bisa dikatakan selalu ada form aplikasi yang digunakan mengubah atau memperbarui data. Contohnya seperti yang pernah saya bahas sebelumnya, form update tersebut hanya memperbarui 1 buah record data.

    Bagaimana dengan banyak data sekaligus?

    Pada prinsipnya logikanya sama saja, hanya saja disini menggunakan Array untuk menyimpan variabel sementara. Kemudian Array tersebut ditangkap untuk proses query ke database.

    Hasilnya kira-kira begini:

    Selanjutnya...
     
  • Subur Anugerah 13:57 on 8 May 2012 Permalink  

    Tutorial PHP dan MySQL: Form Update Data 

    SEBENARNYA ini melanjutkan kuliah pemrograman web diploma-3 tadi pagi, yang membahas bagaimana membuat form update. Dalam diktat saya sudah ada langkah-langkahnya, namun tampaknya ada kendala versi, sehingga beberapa penulisan variable tidak dikenal oleh PHP versi terbaru (yang saya pakai PHP Version 5.3.10-1ubuntu3.1). Karena keterbatasan waktu, praktikum menjadi melebihi batas waktu yang tersedia karena tersita mencari solusi tersebut, apalagi ada juga sintaks SQL yang saya lupa, halah... :-D

    Untuk itu perlu saya tulis disini dalam bentuk tutorial yang sudah jadi, barangkali bisa bermanfaat dan meningkatkan rating blog ini. :-D

    Agar membuat program lebih mudah, biasakan untuk menggunakan logika. Logika ini berdasarkan analisis atas data yang kita peroleh beserta rancangannya. Secara sederhana, program yang akan dibangun akan bekerja sesuai dengan logika yang kita susun berdasarkan desain yang kita rancang. Soal konsistensi program, keamanan, dan lain-lain kita abaikan lebih dulu.

    Data

    Ambil contoh data siswa dengan database kuliah pada MySQL, dengan struktur tabel siswa sebagai berikut:

    CREATE TABLE `siswa` (
    `nim` varchar(10) NOT NULL,
    `nama` varchar(50) default NULL,
    `tanggal_lahir` date default NULL,
    PRIMARY KEY (`nim`)
    );


    Analisis dan Desain

    Disini saya jelaskan melalui alur logika yang menjelaskan bagaimana program nanti akan bekerja. Alur logika ini saya tulis di papan tulis berupa Flow Chart basic seperti gambar di bawah ini, yang di sebelah kanan menjelaskan desain antarmuka salah satu langkah. Adapun algoritma atau perintah-perintah di dalam alur logika tersebut yang memerlukan pengulangan atau pengambilan keputusan langsung saya jelaskan di kelas. :-)



    Implementasi

    Berikut kode programnya:


    Testing

    Jika diakses hasilnya kurang lebih seperti ini.



    Semoga bermanfaat.

    * Catatan: style programming masing-masing orang mungkin berbeda, tutorial ini hanyalah untuk pemula yang baru belajar.
     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel