![]() |
| Dari suburanugerah's weBlog |
Beberapa hari lalu saya banyak bergulat dengan Ubuntu Netbook Remix 9.10 atau Karmic Koala, yang saya pasang di laptop layar 7 inchi, ASUS Eee PC 701, untuk keperluan belajar anak saya di sekolah dasar. Di dalamnya saya pasang dual boot, Windows XP OEM bawaan waktu beli dan UNR tadi. Masalahnya adalah: ternyata anak lebih menyukai memilih Windows daripada UNR.
Apa sebab?
Saya rasa dekstop UNR sudah cukup bagus, hanya kadang saya sendiri merasakan kurang familiar dengan desktop model UNR. Apalagi bila jendela dialog muncul tegak memanjang, padahal resolusi maksimal hanya 800×480 saja, maka dipastikan beberapa menu atau tombol tidak terlihat. Itu berarti masalah bagi user awam apalagi anak-anak, pantas saja bingung. Berbeda dengan tampilan Windows yang bisa up hingga resolusi 800×600 dibantu driver Intel.
Nah, bagaimana caranya agar UNR bisa memiliki resolusi 800×600?
Sayang, setelah bergelut cukup lama dengan xrandr (tak ada xorg.conf), dari mulai mencari informasi sendiri hingga bertanya di milis, akhirnya saya menyerah kepayahan. Tapi saya tidak menyerah agar anak kembali menyukai Linux, sebagaimana ia asyik bermain dengan laptop ayahnya yang single-boot Linux.
Jadi, mengatur resolusi sudah mentok ya?
Yang dapat saya lakukan adalah MENGAKALI! Tapi, langganan satu-satunya koneksi Internet IM2 lemot tak bisa diharapkan, yang ada hanya DVD repository lengkap Ubuntu 9.04. Hm… ok dah, jalan ke Roma sudah terbentang lebar, mari tancap gas kencang! Singkat cerita, UNR berganti Gnome Desktop Ubuntu 9.04, kelihatan lebih luas. Setelah itu langkah-langkah mengakali adalah:
- Update kernel terbaru, untuk memastikan perbaikan lebih baik.
Kecilkan fonta penampilan desktop secukupnya. - Hapus panel bawah.
- Atur panel atas agar dapat auto-hide.
- Instalasi Compiz Setting Manager, agar dapat mengatur perpindahan jendela dialog, dengan cara menonaktifkan Constraint Y.
- Instalasi Gnome Global Menu. Caranya: cukup instalasi via Ubuntu Tweak, kemudian tambahkan Gnome Global Menu pada panel atas desktop. Atur sedemikian rupa.
- Agar menu dan perintah komputer mudah dipahami anak, instalasikan bahasa Indonesia.
- Tambahkan eee-control untuk mengontrol kinerja hardware.
- Sisipkan Audacious dan masukkan lagu-lagu kesukaannya.
Setelah semua beres, coba mainkan di depan anak secukupnya, ajari bila ia mulai bertanya, lalu biarkan anak memilih yang bisa dan disukainya.
Semoga bermanfaat.

Lha iki… baru mantep… tapi pak… mosok ngajari anak musti di tukuke netbook seh… wes gak sido qurban sapi no.. he he..
ya gak musti laah… terserah user mau pake apa, ini kan sharinng teknologi saja barangkali ada yg bingung install ubuntu di laptop murah meriah… tp qurban sapi ya mestinya tetap jalan bareng doong… gitu…
kok aneh yah…UNR mana neh kok ada panel atas bawah…curiga cuman instal themes aja neh.
sy instal UNR 9.04 dan 9.10, gak ada tuh panel bawah ato atas..smua aplikasi di taro di kiri, dan untuk media di taro di sisi kanan.
http://www.canonical.com/projects/ubuntu/unr
Ooh… pasti misunderstanding baca bagian "Singkat cerita…" di atas ya, maksudnya sih UNR sdh diganti desktop Gnome biasa, jadi gak pake UNR lagi, begittchu…
knapa gak coba jolicloud aja..
Ooh… ini alasan saya: http://subura2005.blogspot.com/2009/11/10-alasan-…
neh sudah diinstall themes-nya… http://tweetphoto.com/vpxwaxka
mantep tuch, tampilannya keren pak
hahaha…ternyata krn kurang familiar toh…
sy cenderung suka UNR, simple..
yak, betul sekali, 100 utk bos budi hehe… anak sy bingung UNR terlalu ramai tombolnya, prefer yg sederhana tp usable banget…
apa gak kekecilan dengan layar cuma 7 inc???
hehhe pake jendela deh,,,