Hal Yang Perlu Dilakukan Setelah Menginstal Linux Ubuntu

Tampilan Desktop (Unity) Ubuntu Linux

Saat ini sistem operasi Linux mulai menunjukan kualitasnya khususnya Ubuntu Linux, sistem operasi buatan Canonical dan alternatif dari Microsoft Windows dan Mac OS X ini mulai banyak digunakan oleh sebagian orang-orang didunia terutama yang memiliki minat terhadap teknologi dan informasi. Dengan meningkatnya perkembangan teknologi yang begitu pesat dan besarnya kebutuhan masyarakat akan teknologi wajar jika saat ini banyak perusahaan teknologi yang berlomba untuk menciptakan, berinovasi dan mengembangkan teknologi yang mereka buat.
Berbeda dengan tahun 2005 kebawah, dulu sistem operasi Linux dianggap sebagai sistem operasi yang rumit, sulit untuk digunakan dan hanya orang-orang tertentu yang dapat menggunakanya. Kini Linux menjadi saingan terberat bagi perusahaan yang menyediakan sistem operasi dikarenakan semakin hari linux lebih mengungguli dalam kemudahan dan kehandalan dalam penggunaan, selain free dan open source, linux juga diklaim sebagai sistem operasi yang memiliki tingkat keamamanan yang sangat baik sehingga tidak menutup kemungkinan sebagian besar orang-orang didunia seperti ilmuwan, pelajar/mahasiswa, pakar teknologi, pengembang software dan hingga perusahaan mulai beralih dan menggunakan linux sebagai salah satu sistem operasi alternatif yang paling banyak digunakan.

Berikut ini saya memberikan beberapa panduan untuk kalian semua yang baru menggunakan dan menginstal linux khususnya Ubuntu :

1. Check Update Yang Tersedia.

Hal ini sangat penting dilakukan dikarenankan guna meningkatkan keamanan sistem dari serangan malware dan bug. walaupun linux jarang sekali tejangkit virus tapi tidak ada salahnya untuk selalu mengupdate sistem ke versi yang terbaru.
Berikut perintah yang digunakan untuk update sistem linux Ubuntu, sebelum itu buka Terminal/Konsole dengan menekan CTRL+ALT+T atau mencari aplikasi Terminal dari menu/dash Ubuntu :

$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get upgrade

Apabila anda memasang versi ubuntu yang lebih lama, masukan perintah berikut :

$ sudo apt-get dist-upgrade

* Hal ini berlaku untuk sistem operasi linux turunan Debian/Ubuntu seperti Linux Mint, Lubuntu, Kubuntu, Xubuntu, LXLE, Zorin OS dll.

2. Mengganti Mirror Server ke Mirror Indonesia (Opsional).

Bagi anda yang ingin proses request cepat dan maksimal, gunakan mirror yang berada di Indonesia hal ini untuk mempercepat memaksimalkan koneksi internet anda apalagi jika yang memiliki masalah dengan kecepatan akses internet.

Berikut ini mirror repository linux di Indonesia yang umumnya banyak digunakan :
http://kambing.ui.ac.id – Server Repository milik Universitas Indonesia, Jakarta
http://kartolo.sby.datautama.net.id  – Server Repository milik salah satu ISP dari Surabaya
Untuk menambahkan secara manual di Ubuntu anda, buka Terminal/Konsole dengan menekan CTRL+ALT+T lalu masukan perintah berikut :

$ sudo nano /etc/apt/sources.list

Sebelumnya backup dulu sources.list anda dengan memasukan perintah berikut :
$ sudo cp /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.list-backup

* nano itu adalah text editor di terminal linux, anda bisa menggantinya dengan yang lain misalnya gedit, xed, vim dll.

Setelah itu masukan repository berikut ini :

# Repository Universitas Indonesia
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-proposed main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-security main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-updates main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial main restricted universe multiverse

* “http://kambing.ui.ac.id” bisa anda ganti dengan server lain misalnya http://kartolo.sby.datautama.net.id
* “xenial” adalah codename rilis untuk distro Ubuntu, anda bisa menyesuaikan dengan versi yang anda gunakan misalnya Trusty, Willy dll

Jika sudah anda menggantinya, selanjutnya update cache repository anda agar tersinkronisasi dengan mirror baru anda dengan memasukan perintah berikut :

$ sudo apt-get update

3. Memasang Propertary Driver.

Ubuntu mendukung sebagian besar device driver anda terutama untuk Graphic Card Nvidia, Intel dan ATI Radeon dengan memberi anda opsi untuk menggunakan driver open source atau driver propietary yang dikeluarkan perusahaan hardware masing-masing. Hal ini penting bagi anda yang berniat untuk menjalankan aplikasi yang membutuhkan performa grafis seperti bermain game dengan steam atau menjalankan aplikasi design seperti blender.
Untuk menginstall propietary driver yang tersedia silakan ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Buka dan jalankan  ‘Software & Updates’ melalui Unity Dash
  2. Klik pada tab ‘Additional Drivers’
  3. Klik, ceklist pada driver yang ingin anda install, ikuti setiap instruksi yang muncul, kemudian klik “install and apply any changes”

4. Memasang Codec Multimedia.
Ubuntu secara default tidak menyertakan codec multimedia untuk memutar audio dan video ini dikarenakan dibeberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan dan beberapa negara di Eropa telah mematenkan format MP3 dan format multimedia lainnya sehingga Ubuntu sebagai sistem operasi yang bebas dan open sources sangat menghargai lisensi dan paten. tetapi kita tidak perlu khawatir kita tetap bisa memasang codec multimedia di Ubuntu dengan cara berikut.
Buka terminal/konsole dengan menekan CTRL+ALT+T lalu masukan perintah :

$ sudo apt-get install ubuntu-restricted-extras

Secara otomatis Ubuntu anda akan mengunduh codec dan komponen yang diperlukan untuk dukungan multimedia.

4. Memasang Pemutar Video.

VLC Media Player :

$ sudo apt-get install vlc

5. Memasang Wine (Emulator Untuk Menjalankan Aplikasi Windows).

Wine adalah emulator yang memungkinkan kita untuk menjalankan beberapa aplikasi windows tanpa harus menjalankanya dari virtual machine atau merestart ulang komputer untuk mengganti ke sistem operasi microsoft windows.
Berikut ini cara untuk memasang Wine di Ubuntu :

$ sudo apt-get install wine winetricks

setelah itu setting wine sesuai dengan keinginan anda dengan perintah :
$ winecfg

6. Memasang Berbagai Aplikasi Tambahan Yang Mungkin Anda Perlukan.

7. Memasang Unity Tweak Tool.

Unity Tweak Tool adalah software yang memungkinkan anda untuk mengkostumiasi tampilan ubuntu sesuai dengan selera anda seperti mengganti icon, tema, mengubah posisi launcher, mengatur posisi menu bar dll dengan mudah tanpa harus menjalankan perintah melalui command line.
Anda dapat memasang Unity Tweak Tool dengan mencarinya di Ubuntu Software Center yang tersedia secara default di Ubuntu.
Berikut cara untuk Memasang Unity Tweak Tool dengan perintah command line dari Terminal/Konsole :

$ sudo apt-get install unity-tweak-tool

Saya berharap postingan ini dapat bermanfaat bagi anda semua, jangan lupa untuk mengajak sanak saudara dan rekan-rekan kita untuk menggunakan sistem operasi dan software open source, salah satunya Ubuntu ini.

Sekian postingan dari saya, maaf bila ada salah dalam pengetikan kata dan mohon kritik dan saran nya. Terima Kasih

Cara Mengecek Produk Original atau Fake dengan QR/Bar Code Scanner

Sabtu kemarin pas pulang kerja saya dapat kiriman dari luar negeri berupa amplop menggunakan jasa Singapore Post dan setelah dicek ternyata berisi micro SD Sandisk 128GB 80MB/s tanpa ada keterangan pengirim. Awalnya saya senang banget like it’s just too good to be true. Baru belakangan saya sadar saya pernah menang lelang di eBay yang kasusnya […]

Icon Number Berubah Jadi Smiley pada Tab Browser Chrome Android, Kena Hack??

Demam Pokémon Go membuat saya ikutan download dan main versi yang belum rilis secara official di playstore. Beberapa saat setelah itu baru saya tersadar setelah memperhatikan tab browser seperti di gambar berikut. Awalnya saya pikir akibat malware atau freeware, spyware dsj setelah saya install Pokémon Go dari link yang belum official. Ternyata itu semua cuma […]

IOT: Pengalaman Melaporkan & “Refund” Kasus Penipuan di eBay

Belanja Online sekarang merupakan hal yang biasa di zaman Internet of Things. Dengan belanja online tidak ada lagi batasan ruang maupun waktu. Kita bisa berbelanja dari sudut manapun di belahan bumi ini selama 24/7. Yang paling ditakutkan dari belanja online adalah kasus penipuan seperti penggelapan dana transaksi, barang yang dibeli tidak sesuai dengan deskripsi penjual […]

Berbagai Macam Sistem Operasi BSD dan Sejarahnya

 

Operating System UNIX-like Berkeley Software Distribution (BSD)


Pengertian

Sistem Operasi BSD (Berkeley Software Distribution) adalah sistem operasi yang dibangun dan dikembangkan oleh Computer System Research Group (CSRG) di University of California at Berkeley (UCB). BSD awalnya dibangun pertama kali sebagai paket tambahan dan patch dari AT&T UNIX versi 6 yang beroperasi pada mesin PDP-11 minicomputer.
BSD mempunyai lisensi tersendiri yang memungkinkan setiap orang bebas melakukan pengembangan dan menggunakan kode sumber BSD.

Sejarah

Pada pertengahan tahun 70an, Ken Thompson memperkenalkan Unix ke University of California di Berkeley. Lalu pada tahun 1978, mahasiswa di Berkeley mulai membuat custom Unix release (yang menjadi cikal bakal BSD), dan pada tahun 1980 Berkeley menangani kontrak kerjasama dengan DOD (Departemen of Defense) untuk masalah penggunaan TCP/IP pada BSD, dan menghasilkan standar operating system untuk komputer-komputer di Departemen tersebut. Dengan release 4.3BSD dan Berkeley Networking Release 2 tapes (yang dikenal sebagai Net/2), Berkeley menciptakan operating system yang hampir menyamai AT&T code dan diberi nama Berkeley Software Distribution (BSD).
Pada saat itu sempat terjadi kasus yang dimana AT&T selaku pemegang lisensi untuk UNIX, mengklaim bahwa BSD telah menggunakan kode sumber dari Unix AT&T. Kasus tersebut dibawa ke pengadilan dan hasilnya Bill Jolitz selaku pihak dari Berkeley Software Dustribution memenangkan gugatan dan berwenang untuk mengambil bagian software yang bukan dari AT&T Unix. Dan setelah itu, sebagai bentuk perlawanan terhadap lisensi UNIX yang dipegang oleh AT&T, Bill Jolitz mengungumkan keinginanya untuk membuat versi BSD yang free (bebas dan gratis) untuk berjalan dimesin 386. Inilah awal lahirnya sistem operasi BSD yang modern.

Berikut ini Berbagai Macam Sistem Operasi BSD yang telah dikembangkan selama ini :

386BSD

Sistem Operasi 386BSD

386BSD atau biasa disebut Jolix adalah sitem operasi Unix-like bebas yang buat berdasarkan BSD. Pertama kali dirilis pada tahun 1992 oleh 2 orang almuni University of California di Berkeley, William Jolitz dan Lynne Jolitz yang dirancang untuk berjalan di PC kompatibel dengan berbasis Intel 80386 Microprocessor.

FreeBSD

Screenshot FreeBSD dengan desktop KDE

FreeBSD adalah sistem operasi bertipe Unix bebas yang diturunkan dari Unix AT&T lewat cabang Berkeley Software Distribution (BSD) 4.3BSD-Lite dengan perbaikan 4.4BSD-Lite2. FreeBSD dibuat berdasarkan 386BSD untuk berjalan diatas sistem arsitektur yang kompatibel dengan Intel x86 (Pentium dan Athlon), AMD64 (Opteron, Athlon64 dan EM64T), ARM, IA-64, PowerPC, PC-98, DEC Alpha, dan UltraSparc. FreeBSD merupakan turunan dari Berkeley UNIX. Akan tetapi, FreeBSD tidak bisa dipanggil sebagai Unix.

Pada tahun 1992 dan 1993, Jordan K Hubbard, Rod Grimes, dan Nate Williams yang menangani proyek 386BSD, merilis sebuah paket yang dikenal sebagai “Unofficial 386BSD Patchkit”. Dari proses maintain patchkit tersebut melahirkan mekanisme baru yang membentuk “386BSD 0.5”, yang berisi perubahan dan fungsi baru sebagai “the real operating system”. Bagaimanapun, Jolitz mencabut persetujuannya pada proyek patchkit tersebut pada tahun 1993. David Greenman kemudian mengajukan usulan sebuah operating system baru dengan basis patchkit tersebut menjadi sebuah “FreeBSD”.
Hubbard akhirnya bekerjasama dengan David Greenman (Walnut Creek) untuk mempersiapkan sebuah penanganan distribusi CDROM. Rilis CDROM pertama dari FreeBSD 1.0 dilakukan pada bulan Desember 1993. Dengan mengupgrade basis FreeBSD dari Net/2 ke 4.4BSD Lite. FreeBSD 2.0 dirilis pada bulan November 1994 dan terus berkembang sampai sekarang.

FreeBSD digunakan oleh banyak perusahaan, internet service provider, peneliti, profesional di bidang komputer, pelajar, dan pengguna rumahan di berbagai belahan dunia baik untuk keperluan pendidikan, hiburan, ataupun pekerjaan.
FreeBSD dilengkapi dengan lebih dari 20.000 paket aplikasi yang meliputi dari aplikasi server, database dan web server, aplikasi desktop, permainan, web browser, dan software bisnis. Semuanya gratis dan mudah untuk dipasang. Anda dapat memasang FreeBSD untuk komputer dekstop, firewall, Rapsberry Pi, dan server. Jika Anda ingin memasang FreeBSD di komputer desktop, Anda dapat menggunakan desktop environment seperti GNOME, KDE, LXDE, OpenBox, XFCE, Enlightenment, Fluxbox, dan lainnya. Rilis terbaru FreeBSD adalah versi 10.3 pada tanggal 16 April 2016 dan.
FreeBSD menggunakan Port sebagai management aplikasinya yang tersimpan di /usr/ports tetapi untuk penggunaan binary bisa menggunakan pkg install <nama-aplikasi>

NetBSD

Screenshot NetBSD dengan desktop XFCE

NetBSD adalah sistem operasi Unix-like sumber terbuka (open source) sama seperti FreeBSD yang dikembangkan dari Berkeley Software Distribution (BSD) yang merupakan turunan BSD sumber terbuka kedua yang dirilis secara resmi setelah 386BSD dan terus dikembangkan dengan aktif. Proyek NetBSD berfokus pada desain berkualitas tinggi, kestabilan dan kinerja sistem. Karena bersifat portable dan berlisensi BSD, NetBSD sering dijadikan embeded system.
Proyek NetBSD berawal ketika Jolitz dan yang lainya berfokus pada 386BSD, ada kelompok lain yang bekerja secara paralel dengan melakukan porting 386BSD ke Macintosh. Pengembangan ini juga dilanjutkan pada base system Atari ST, Amiga, dan PC. Dan ketika FreeBSD masih terus berkonsentrasi pada mesin-mesin Intel, NetBSD menyediakan dukungannya untuk mesin-mesin dengan platform yang lain.
Proyek NetBSD juga mengembangkan Mach-based virtual memory system, selain ada proyek lain yang cukup besar yaitu KAME. KAME bertujuan untuk memperkenalkan IPv6, IPSec untuk IPv4 dan IPv6 dan pengembangan implementasi TCP/IP pada dunia UNIX.

NetBSD merupakan sistem operasi yang bebas, aman, dan memiliki portabilitas tinggi. NetBSD sangat mendukung platform seperti 64-bit alpha server, komputer desktop, console game seperti dreamcast, perangkat genggam, dan sistem embedded. Fitur dan desainnya membuat NetBSD cocok untuk produksi dan penelitian. Aplikasi yang disediakannya sangat banyak sekali dan Anda dapat mendapatkannya dengan mudah melalui NetBSD Package Collection. Rilis terbaru dari NetBSD adalah versi 7.0.1 pada tanggal 25 Mei 2016.
NetBSD menggunakan pkgsrc sebagai management aplikasinya.


OpenBSD

Screenshot OpenBSD dengan desktop XFCE

OpenBSD adalah sistem operasi Unix-like bebas sumber terbuka yang memfokuskan pengembangan pada keamanan dan cryptography, terpisah dari proyek NetBSD pada tahun 1995 akibat perselisihan antara Theo de Raadt dengan NetBSD core team lainnya untuk masalah pengembangan NetBSD yang membuat Theo hengkang dan mendirikan proyek baru yang bernama OpenBSD.

OpenBSD lebih memfokuskan pada tujuan memproduksi sebuah operating system yang secure. Pada awal 1996, OpenBSD team membuat analisa baris-per-baris untuk setiap source code yang disertakan untuk menghindari adanya potensi bugs dan security hole. Dengan tujuan menemukan bugs sebelum orang lain menemukannya, membuat OpenBSD semakin matang dengan konsep “secure by default”-nya.
OpenBSD juga mengembangkan porting ke banyak mesin, hal ini sepertinya terinfluence dengan pengembangan NetBSD mengingat OpenBSD juga lahir dari NetBSD, telah banyak mesin-mesin Motorola 86k, VAX, dan Intel yang berhasil diinstall OpenBSD sebagai operating systemnya.
Dengan rilisan pertama versi 1.1 pada 18 Oktober 1995, OpenBSD saat ini setidaknya telah mendukung lebih dari 10 platforms, dengan beberapa proses pengembangan lebih terstruktur. Tim OpenBSD juga telah menghasilkan sebuah applikasi OpenSSH , sebuah implementasi untuk memenuhi kebutuhan Secure Shell untuk pekerjaan secara remote.
Rilis terbaru dari OpenBSD adalah versi 5.9 pada tanggal 29 Maret 2016.

DragonflyBSD

Screenshot DragonflyBSD dengan desktop XFCE

DragonflyBSD adalah sistem operasi Unix-like bebas sumber terbuka (open source) yang dibuat sebagai penerus dari FreeBSD 4.8 oleh Matthew Dillon, seorang developer Amiga diakhir tahun 1980an dan diawal 1990an dan juga seorang developer diproyek FreeBSD dari tahun 1994 hingga tahun 2003. Dillon memulai proyek DragonflyBSD pada bulan Juli 2003 dengan mengumumkanya di FreeBSD mailing list pada 16 Juli 2003.
Matthew Dillon memulai proyek DragonFly dengan keyakinan bahwa metode dan teknik yang diadopsi untuk threading dan multiprocessing simetris di FreeBSD 5 akan menyebabkan kinerja sistem yang buruk dan menyebabkan kesulitan pemeliharaan. Dia berusaha menerapkan ide-idenya untuk memperbaiki masalah ini didalam FreeBSD sehingga menimbulkan konflik dengan pengembang FreeBSD lain dan otoritas untuk mengubah basis kode FreeBSD yang dimilikinya akhirnya dicabut. Meskipun demikian, Dragonfly BSD dan FreeBSD proyek masih bekerja sama memberikan kontribusi perbaikan bug, update driver, dan perbaikan sistem untuk satu sama lain.

DragonflyBSD adalah sistem operasi BSD yang mengadopsi kernel Hybrid yaitu dengan menggabungkan fitur dari kernel monolitik dan microkernel, berbeda dengan sistem operasi BSD lain yang masih mengadopsi kernel Monolitik. Dimaksudkan untuk menjadi kelanjutan logis dari 4.x seri FreeBSD, pengembangan DragonflyBSD telah menyimpang secara signifikan dari FreeBSD, termasuk implementasi baru Light Weight Kernel Threads (LWKT), sistem port/messaging yang ringan, dan fitur sistem file HAMMER. Banyak konsep yang digunakan DragonFlyBSD terinspirasi dari sistem operasi AmigaOS.
Rilis terbaru dari DragonflyBSD adalah versi 4.4.1 pada tanggal 7 Desember 2015


PC-BSD

 

Screenshot PC-BSD dengan desktop KDE


PC-BSD atau PCBSD adalah sistem operasi Unix-like bebas dan open source berbasis BSD yang diturunkan dari FreeBSD dengan tujuan untuk menjadi sistem operasi komputer desktop yang mudah dipasang dan digunakan. Untuk memenuhi kebutuhan itu, PC-BSD menyediakan proses instalasi secara grafis untuk memudahkan para pemula yang baru belajar sistem operasi UNIX.

PC-BSD dibuat oleh seorang profesional dari FreeBSD, Kris Moore pada awal tahun 2005 yang menginginkan agar sistem operasi FreeBSD mudah bagi semua orang untuk digunakan sebagai desktop. Kemudian pada 10 Oktober 2006, PC-BSD mendapatkan dukungan dari perusahaan penyedia hardware iXsystems dan memperkerjakan Moore sebagai kepala pengembang yang memimpin proyek.

PC-BSD menyediakan dukungan desktop KDE, LXDE, XFCE dan Mate sebagai lingkungan desktop serta dukungan driver nvidia dan intel secara resmi untuk akselerasi hardware dan antarmuka 3D. PC-BSD juga menyediakan Wine (emulator program windows) secara default didalam setiap instalanya untuk menjalankan perangkat lunak Microsoft Windows dan Linux Emulation yang memungkinkan kita untuk menjalankan software linux. PC-BSD mempunyai sistem manajemen paket sendiri yang memungkinkan pengguna untuk menginstal aplikasi secara grafis serta dukungan ZFS installer yang menawarkan enkripsi disk dengan geli sehingga sistem akan membutuhkan password sebelum booting dan memberikan kesan aman kepada penggunanya.

GhostBSD

Screenshot GhostBSD dengan desktop MATE

GhostBSD adalah sistem operasi Unix-like bebas dan open source berbasis BSD yang diturunkan dari FreeBSD dengan Mate sebagai default desktop (sebelumnya menggunakan gnome). GhostBSD dibuat dan dikembangkan oleh Eric Turgeon dan GhostBSD Team dengan tujuan untuk menggabungkan keamanan, privasi, stabilitas, kegunaan, keterbukaan, kebebasan dan bebas biaya.
GhostBSD dirancang user-frendly dan mudah dalam penginstalanya sehingga pengguna pemulapun dapat lebih mudah mempelajarinya dan terlebih lagi GhostBSD mempunyai software center untuk mempermudah pengguna dalam mencari aplikasi.
Rilis terbaru dari GhostBSD adalah versi 10.3-ALPHA2 pada tanggal 25 Mei 2016 yang selalu mengikuti updatean terbaru dari FreeBSD.

FreeNAS BSD

Screenshot FreeNAS

FreeNAS BSD adalah sistem operasi Unix-like turunan FreeBSD pada sistem berkas OpenZFS yang ditujukan untuk penggunaan Network Attach Storage (NAS) atau sebagai management penyimpanan dijaringan. FreeNAS mendukung client Windows, OS X, Unix dan berbagai virtualisasi host seperti XenServer dan VMware menggunakan SMB, AFP, NFS, iSCSI, SSH, rsync dan FTP protokol / TFTP. FreeNAS memiliki fitur canggih termasuk kriptografi full-disk dan arsitektur plug-in untuk software pihak ketiga.
Proyek FreeNAS dimulai pada bulan Oktober 2005 Olivier Cochard-Labbe yang berdasarkan pada firewall m0n0wall yang tertanam dan FreeBSD 6.0
FreeNAS memiliki tampilan grafis yang dapat diakses melalui browser, tablet dan smartphone serta mendukung fitur update secara manual dan otomatis.
Rilis terbaru FreeNAS adalah versi 9.10 pada tanggal 22 Maret 2016.

Sekian postingan dari saya, maaf bila ada salah pengetikan dan informasi.
Semoga Bermanfaat 🙂

Sumber : Wikipedia, Google Images

10 Super Komputer Tercanggih dan Tercepat Di Dunia Saat Ini

Perkembangan teknologi memang menjadi berita yang menarik untuk terus di ikuti. Bagi anda pengguna computer tentu tidak ingin melewatkan yang namanya komputer tercanggih dan tercepat saat ini, nah di sini saya akan memberikan informasi mengenai 10 Super Komputer Tercanggih dan Tercepat di dunia saat ini.
Bagi kebanyakan orang memiliki komputer dengan spesifikasi besar dan mempunyai kecepataan yang cepat memang menjadi dambakan. Disisi lain komputer juga mendukung sebuah bisnis yang mana perusahaan besar kelas dunia juga saling bersaing untuk menjadi yang terbaik. Banyak komputer bermunculan dengan sepesifikasi dan merek yang berbeda-beda, berikut merupakan 10 super komputer tercanggih dan tercepat di dunia saat ini.
1. Sunway TaihuLight (National Supercomputing Center, China)

Sunway TaihuLight Supercomputer, China


Pada Juni 2016, sebuah berita menggemparkan dunia teknologi. Cina mengumumkan dirilisnya supercomputer terbaru yang diyakini sebagai supercomputer yang tercepat saat ini dan belum ada yang mampu menyaingi kecepatanya. Sunway TaihuLight, itulah nama dari supercomputer milik National Supercomputing Center yang berlokasi di kota Wuxi, Provinsi Jiangsu, China. Supercomputer ini diyakini memiliki kecepatan hingga 93 Petaflops, hampir 3 kali lebih cepat dari supercomputer Tianhe-2 yang juga berasal dari China yang sebelumnya sebagai pemegang rekor sebagai supercomputer tercepat didunia.
Sunway TaihuLight menggunakan 40.960 multicore prosesor 64-bit yang dirancang oleh Cina-SW26010 RISC yang didasarkan pada arsitektur Shenwei. Setiap chip processor memiliki 256 inti core dan 4 core tambahan untuk management sistem sehingga total untuk seluruh core dari semua CPU mencapai 10.649.600 core. Supercomputer ini dijalankan dengan sistem operasi buatan sendiri berbasis kernel Linux yaitu Raise OS yang sengaja dirancang untuk supercomputer Sunway TaihuLight.

2. Tianhe-2 (National University of Defense Technologi China)

Tianhe-2 Super Computer, China

Tianhe-2 supercomputer yang berlokasi di Guangzhou China, perangkat penerus dari Tianhe 1A ini merupakan komputer super yang memegang rekor ke-2 saat ini yang pada sebelumnya memegang rekor pertama sebagai supercomputer didunia dalam hal kecepatan dalam memproses data dengan performa 33,86 petaflop/s. Tianhe-2 menggunakan proessor Intel Xeon arsitektur Ivy Bridge dan Intel Xeon Phi dengan total 3,12 juta inti (core). super komputer ini menghabiskan daya 17,808 kilowatts dan secara teori mampu menyentuh kecepatan 54,9 petaflop. Sistem operasi yang digunakan adalah Ubuntu Kylin Linux yaitu sistem operasi yang dibuat oleh Canonical yang ditujukan untuk pasar China.

3. Titan (Oak Ridge National Laboratory, AS)

Titan Super Computer, AS

Super Computer tercepat ke-3 didunia, komputer ini dibuat oleh Cray,Inc di Oak Ridge National Laboratory yang digunakan untuk penelitian energi, perubahan iklim, efisiensi mesin, dan penelitian sains lainnya dan pernah tercatat sebagai komputer tercepat didunia sebelum digeser oleh Sunway TaihuLight dan Tianhe-2. Titan adalah pembaharuan dari super computer Jaguar dan memiliki kecepatan proses 17,6 petaflop, sistem ini menggunakan CPU berbasiskan AMD Cray dan GPU Nvidia dengan total 560.640 inti. Sistem operasi yang digunakan adalah Cray Linux Environtment yang dibuat khusus untuk berjalan di super computer Titan.

4. Sequoia (Lawrence Livermore National Laboratory, AS)

Sequoia Super Computer, AS
Sequoia adalah supercomputer berbasiskan Blue Gene/Q buatan IBM untuk National Nuclear Security Administration dan merupakan bagian dari program untuk mensimulasikan umur dari senjata nuklir. Sequoia pernah menjadi komputer tercepat di dunia pada Juni 2012 dengan menggantikan posisi K Computer yang pada saat itu menempati posisi pertama sebagai komputer yang tercepat didunia denga kecepatan 16,32 petaflop, 55% lebih cepat dari K Computer dengan kecepatan 10,51 petaflop serta lebih hemat energi. Namun, pada Juni 2013 rangking Sequoia turun menjadi ke-3 didunia setelah digeser oleh Tianhe-2 dan Titan. Sequoia memiliki nyaris 1,6 juta inti prosesor dan sistem operasi yang digunakan adalah CNK Operating System dan Red Hat Entenprise Linux.
5. K Computer (RIKEN Advanced Institute for Computational Science, Jepang)
K Super Computer, Japan
K Computer atau yang disebut “kei” dalam bahasa Jepang, pernah menjadi yang tercepat didunia pada tahun 2011. Komputer ini dibuat dan dikembangkan oleh Fujitsu untuk RIKEN Advanced Institute for Computational Science yang digunakan untuk memprediksi bencana dan keperluan penelitian medis. K Computer memiliki kecepatan hingga 10,5 petaflop dengan 705.024 inti Sparc. Sistem operasi yang digunakan berbasis Linux Kernel dengan tambahan driver yang didesain khusus untuk K Computer.
6. Mira (Department of Energy milik Argonne National Laboratory, AS)

Mira Supercomputer, AS

Mira adalah supercomputer berbasiskan Blue Gene/Q milik IBM yang dibuat untuk Argonne National Laboratory dengan dukungan United States Department of Energy. Komputer ini memiliki 786.432 inti processor untuk mencapai kecepatan 8,6 petaflop dan mengkonsumsi daya sebesar 8,6 MW. Sistem Operasi yang digunakan adalah CNK (Compute Node Kernel) yang memang dibuat khusus oleh IBM untuk super computer berbasis Blue Gene.
7. Trinity ( NNSA Nuclear Security Enterprise, AS)

Trinty Supercomputer, AS

Trinity adalah supercomputer buatan Cray,Inc (perusahaan pembuat supercomputer), yang pada saat itu memenangkan kontrak sebagai pembuat supercomputer untuk perusahaan keamanan nuklir di Amerika dengan nilai kontrak mencapai $174 Miliyar USD.
Trinity menggunakan processor Xeon E5-2698v3 16C 2.3GHz dengan 301,056 inti core yang memiliki kecepatan 8 Petaflops. Sistem operasi yang digunakan adalah Cray Linux Environtment yang dibuat oleh Cray untuk berjalan di supercomputer.

8. Piz Daint (Swiss National Supercomputing Center (CSCS), Switzerland)
Piz Daint Supercomputer, Switzerland

Piz Daint adalah supercomputer buatan Cray,Inc untuk Swiss National Supercomputing Center (CSCS) yang menggunakan processor Xeon E5-2670 8C 2.600GHz dengan 115,984 inti core yang dilengkapi GPU NVIDIA K20x dan memiliki kecepatan 6 Petaflops. Sistem operasi yang digunakan adalah Cray Linux Environtment.

9. Hazel Hen (HLRS – Höchstleistungsrechenzentrum Stuttgart, Germany)
Hazel Hen Supercomputer, Germany

Hezel Hen adalah supercomputer buatan Cray,Inc untuk The High Performance Computing Center (Höchstleistungsrechenzentrum) yang berlokasi di kota Stuttgart Germany untuk keperluan penelitian dan sains. Hezel Hen menggunakan processor Xeon E5-2680v3 12C 2.5GHz dengan 185,088 inti core dan memiliki kecepatan 5,6 Petaflops. Sistem operasi yang digunakan adalah Cray Linux Environtment.

10. Shaheen II (King Abdullah University of Science and Technology, Saudi Arabia)

Shaheen II Supercomputer, Saudi Arabia

Shaheen II adalah supercomputer buatan Cray,Inc untuk King Abdullah University of Science and Technology dan merupakan penerus dari Shaheen I buatan IBM berbasis Blue Gene/P. Shaheen II menggunakan processor Xeon E5-2698v3 16C 2.3GHz dengan 196,608 inti core dan memiliki kecepatan 5,5 Petaflops. Sistem operasi yang digunakan adalah Cray Linux Environtment.

Sekian postingan dari saya, maaf bila ada kesalahan penulisan dan informasi. Semoga bermanfaat 🙂

Sumber : Wikipedia dan TOP500

Berbagai Macam Distribusi Linux dan Sejarahnya

Berbagai Macam Distro Linux

Distro Linux (singkatan dari Distribusi OS Linux) adalah sebutan untuk sistem operasi komputer dan aplikasi keluarga Unix yang menggunakan kernel Linux. Distro Linux bisa berupa Perangkat Lunak Bebas dan ada juga berupa Perangkat Lunak Komersial seperti Red Hat Enterprise Linux, SuSE dan lain-lain.
Ada banyak distro Linux yang telah muncul, beberapa bertahan dan menjadi distro linux induk bahkan sampai menghasilkan distro turunan.

Disini saya akan membahas apa saja distro Linux yang merupakan distro induk dari rata-rata distro linux yang mempunyai banyak turunan.
Berikut ini distro Linux induk yang banyak dijadikan sebagai distro linux turunan :

SLACKWARE

Slackware Linux

Slackware adalah salah satu distro linux awal dan tertua yang masih dikelola hingga sekarang, dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux,Inc dengan tujuan untuk stabilitas dan kemudahan desain, serta menjadi distribusi Linux yang paling mirip Unix.
Slackware awalnya merupakan turunan dari Softlanding Linux System, yang paling populer dari distribusi linux asli pada masa itu. Pada saat SLS mulai mendominasi pasar, para pengembang membuat keputusan untuk mengganti format executable-nya dari a.out ke ELF (Executable and Linkable Format) namun ini bukan keputusan yang populer di kalangan basis pengguna SLS pada saat itu sehingga Patrick Volkerding memodifikasi versi SLS dan meluncurkan distro linux yang ia beri nama Slackware.
Rilis pertama Slackware adalah versi 1.00 yang diluncurkan pada tanggal 16 Juli 1993 berupa sebuah citra 3½ floppy disk yang tersedia untuk di download melalui FTP (File Transfer Protocol). Pada tahun 1999, Slackware berkali-kali dirilis, mulai dari rilis nomor 4 sampai 7. Hal ini dijelaskan oleh Patrick Volkerding sebagai upaya pemasaran untuk menunjukkan bahwa Slackware adalah sebuah distro Linux yang up-to-date sebagaimana distro-distro lainnya, yang kala itu banyak yang telah melepas nomor 6 (seperti Red Hat yang merilis setiap revisi dari distribusinya dengan kenaikan dari 4.1 ke 5.0 bukan 3.1 ke 3.2 sebagaimana Slackware).Slackware memang memiliki beberapa rilis Beta dalam rentang 6.x, tetapi hal ini tidak dihitung sebagai rilis resmi.

Hingga sekarang, Slackware sudah mencapai release ke 14.1 dengan versi current yang terakhir dirilis pada November 2013 dan masih dikelola dengan baik oleh Slackware Linux,Inc dan Komunitas Slackware dari seluruh penjuru dunia sehingga banyak distro linux turunan Slackware yang menggunakan basis sistem dari Slackware untuk menjalankan sistemnya.
Slackware dan turunanya menggunakan sistem paket management slackpkg untuk management sistem pada aplikasinya.
Berikut ini beberapa turunan distro linux dari Slackware :
– Slax
– Zenwalk
– Vector Linux

RED HAT

Red Hat Linux

Red Hat Linux adalah distro linux yang di bangun secara independent/dibangun dari awal berdasarkan kernel Linux oleh perusahaan Red Hat,Inc dengan rilis pertama versi 1.0 pada 3 November 1994 dan merupakan salah satu distro linux yang paling populer dan banyak digunakan.
Awalnya Red Hat Linux didistribusikan secara gratis namun pada tahun 2004 pruduksinya dihentikan. Setelah Red Hat,Inc menghentikan produksi Red Hat Linux tidak serta-merta Red Hat menghentikan seluruh kegiatan produksinya.
Bahkan perusahaan tersebut mengeluarkan Red Hat Enterprise Linux sebagai distribusi linux untuk penggunaan komersial dan Fedora Linux (turunan dari Red Hat Linux) yang dikembangkan oleh masyarakat dengan dukungan Fedora Project dan disposori oleh Red Hat sebagai versi gratis bagi lingkungan rumahan.
Red Hat Enterprise Linux adalah salah satu distro linux yang paling banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar sebagai server sampai rata-rata supercomputer didunia seperti Sequioa, IBM Roadrunner dan lain-lain yang menggunakanya sebagai sistem operasi utama itu dikarenakan RHEL memang dirancang untuk melayani traffic dengan performa besar untuk skala enterprise.
RHEL adalah distro linux berbayar (tidak gratis) namun free (bebas) dalam artian kode sumbernya terbuka bagi siapa saja yang ingin mendapatkanya untuk dimodifikasi dan didistribusikan ulang sehingga menjadi sistem operasi yang aman. Untuk menikmatinya RHEL bisa diinstall dengan masa Trial 30 hari dan setelah itu membayar untuk update terhadap patch security dan perbaikan bug. Namun tidak usah khawatir, bagi yang tidak bisa menginstall RHEL karna berbayar kita bisa menginstall CentOS Linux yang merupakan turunan langsung dari RHEL. CentOS adalah versi Red Hat Enterprise Linux yang bisa diinstal dan digunakan secara gratis karena CentOS dibuat berdarkan RHEL sehingga setiap RHEL mengeluarkan update atau rilisan terbaru CentOS juga mengeluarkan update dan rilisan yang sama, jadi CentOS itu merupakan versi komunitas dari Red Hat Enterprise Linux yang gratis dan bebas.
Red Hat dan turunanya menggunakan sistem paket management RPM (Red Hat Package Manager) sebagai management aplikasi.

Berikut ini beberapa distro linux turunan Red Hat :
– CentOS (RHEL versi komunitas)
– Oracle Enterprise Linux
– Scientific Linux
– Fedora Linux
– SuSe Linux

DEBIAN

Debian Linux

Debian adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya. Jadi, sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux dan merupakan distro linux yang paling banyak digunakan diseluruh dunia karena terkenal dengan kestabilanya.
Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993. Nama Debian berasal dari kombinasi nama Ian dengan mantan-kekasihnya Debra Lynn: Deb dan Ian (dibaca Deb Ian).
Pada awalnya, Ian memulainya dengan memodifikasi distribusi SLS (Softlanding Linux System). Namun, ia tidak puas dengan SLS yang telah dimodifikasi olehnya sehingga ia berpendapat bahwa lebih baik membangun sistem (distribusi Linux) dari nol (Dalam hal ini, Patrick Volkerding juga berusaha memodifikasi SLS. Ia berhasil dan distribusinya dikenal sebagai “Slackware”).

Debian awalnya dirilis dengan versi 0.9 pada tahun 1994-1995 dan pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai pada tahun 1995 lalu Debian merilis versi 1.0 pada tahun 1996. Dan sekarang, Debian telah sampai ke versi 8.0 dengan codename Wheezy. Banyak sekali distro turunan dari Debian salah satu yang paling terkenal adalah Kali Linux yang digunakan oleh para ahli IT dan Hacker untuk melakukan pengujian terhadap sistem yang lemah.
Debian GNU/Linux dan turunannya menggunakan paket management dpkg dengan ekstensi .deb dan menggunakan metode pemutakhiran paket repository menggunakan APT.

Berikut ini beberapa distro linux turunan Debian :
– Kali Linux
– Ubuntu
– Parrot Security OS (hampir mirip dengan Kali Linux)
– Knoppix
– Xandros
– Damn Small Linux
– Raspbian (untuk perangkat arsitektur ARM Raspberri pi)
dan ada beberapa proyek lain dari Debian untuk berjalan di kernel lain seperti Debian Hurd (versi mikrokernel dari debian dengan menggunakan kernel GNU/Hurd) dan Debian/KFreeBSD (versi Debian + kernel FreeBSD)

GENTOO

Gentoo Linux

Gentoo Linux adalah distribusi Linux yang dibangun dari awal (from scratch) berbasis kernel Linux yang memakai paket sistem manajemen Portage. [Bandingkan dengan: Debian yang menggunakan paket .deb, RedHat / Mandrake yang menggunakan paket .rpm]. Manajemen paket ini dirancang untuk modular (mudah ditambah-tambah), portabel (dapat di port ke distro lain), mudah ditata, fleksibel, dan dioptimalkan untuk masing-masing komputer pengguna. Paket-paketnya biasanya dibangun dari kode sumber (source), walaupun untuk kenyamanan, sebagian besar paket perangkat lunak juga tersedia dalam bentuk binari.
Gentoo Linux awalnya dibuat oleh Daniel Robbins dengan nama Enoch Linux. Tujuan pengembangannya adalah untuk menciptakan sebuah distribusi Linux tanpa binari program yang terkompilasi dari awal(default) dengan maksud untuk memaksimalkan perangkat keras serta hanya memasukkan program yang dibutuhkan saja oleh pengguna. Namun perkembanganya, hanya satu versi Enoch yang pernah dirilis yaitu versi 0.75 pada Desember 1999. Itu dikarenakan terjadi masalah lamanya kompilasi kode sumber dengan GNU Compiler Collection yang digunakan sebagai kompiler. Daniel Robbins dan Pengembang lainnya bereksperimen untuk melakukan forking GCC yang kemudian dikenal dengan nama kompiler EGCS yang dikembangkan oleh Cygnus Solutions. Pada saat itulah Enoch berganti nama menjadi Gentoo Linux(Gentoo adalah nama dari salah satu jenis pinguin). Namun setelah menemukan cacat pada sistem Gentoonya, Robbins menonaktifkan pengembangan lebih lanjut beberapa bulan lamanya dan beralih ke FreeBSD untuk memodifikasi fitur sistem autobuild Gentoo dengan menambahkan beberapa fitur milik FreeBSD. Itulah mengapa sistem Port di Gentoo mirip sekali dengan Port sistem yang ada di FreeBSD.
Pada 31 Maret 2002 Daniel Robbins merilis Gentoo Linux versi 1.0 dan pada tahun 2004, Robbins mendirikan organisasi non-profit Gentoo Foundation, lalu memindahkan seluruh hak cipta distribusi Gentoonya ke organisasi ini, dan mengumumkan dirinya sebagai pemimpin proyek Gentoo Linux.
Gentoo Linux menggunakan sistem Rolling Release pada setiap updatenya sehingga pada saat update dilakukan, sistem otomatis memperbaharui ke versi terbaru secara efektif. Gentoo dan turunanya menggunakan metode pemutakhiran paket Emerge dan sistem pengelola paket Portage.

Berikut ini beberapa distro linux turunan Gentoo :
– Sabayon Linux
– Calculate Linux
– Core OS

ARCH LINUX

Arch Linux

Arch Linux adalah sebuah distribusi Linux yang dibangun dari awal (from scratch) berbasis kernel Linux untuk komputer i686 dan x86_64 yang didesain untuk menjadi ringan dan sederhana serta sesuai dengan keinginan pemiliknya. Arch Linux adalah distribusi linux berbasis binary, yang artinya paket-paket aplikasi didistribusikan dalam bentuk binary yang telah terkompilasi. Berbeda dengan Gentoo yang mendisitribusikan paket-paketnya dalam bentuk source code.
Pendiri Arch Linux adalah Judd Vinet yang terinspirasi dari CRUX Linux, Vinet memulai memimpin proyek Arch Linux pada bulan Maret 2002 hingga 1 Oktober 2007. Setelah itu Ia mengundurkan diri dari proyek dikarenakan kurangnya waktu dan menyerahkan proyek dalam pengawasan Aaron Griffin.

Arch Linux tidak membuat jadwal rilis untuk waktu tertentu dalam setiap updatenya seperti yang dilakukan distro linux lain, melainkan menggunakan sistem “Rolling Release”. Arch Linux menyediakan paket-paket baru setiap hari. Dengan kata lain, untuk memperbarui sistem pengguna hanya perlu memperbarui paket-paket ada didalam sistemnya. Itulah mengapa Arch Linux dikatakan sebagai distro linux yang selalu up to date. Jadi pengguna tidak perlu melakukan fresh install untuk melakukan update besar-besaran terhadap sistemnya.
Arch Linux dan turunanya menggunakan paket management Pacman, tetapi ada suatu keistimewaan yang dimiliki oleh Arch Linux yaitu paket management AUR (Arch User Repository) yang menyediakan banyak aplikasi berupa source code yang akan dikompilasi pada saat penginstalanya. Setiap aplikasi yang ingin kita install dapat kita cari dengan perintah Yaourt <nama-aplikasi> yang tentunya dengan akses User (tidak bisa dengan Root), dikarenakan pada saat kompilasi program ada beberapa komponen yang sengaja diunduh untuk membantu membangun paket binarynya tetapi pada saat kompilasi itu selesai beberapa komponen itu dihapus secara otomatis.

Berikut ini beberapa turunan distro linux dari Arch :
– Manjaro Linux
– Blackarch Linux
– Chakra Linux
– ArchBang Linux

Sekian postingan dari saya, maaf bila ada kesalahan pengetikan nama atau informasi. Semoga Bermanfaat 🙂

Sumber : Wikipedia, Google Images